Selasa, 02 Juni 2009

Amanat Datuak Parapatiah Nan Sabatang


Pesan ini disampaikan kepada penghulu yang berempat dan yang berlima sekota, serta orang orang cerdik pandai dan orang orang bertuah dalam laras Bodi Caniago, beliau berkata:
"Rasanya umurnya hamba tidak akan lama lagi, hamba hendak pergi ke Solok Selayo, entah kembali entah tidak, oleh sebab itu hendaklah pegang pitaruh hamba oleh segala penghulu dan orang cerdik pandai :
Pertama hendaklah kalian kasih kepada nagari, kepada isi nagari, kepada orang orang kaya, kepada orang orang bertuan, kepada tukang, kepadan segala penghulu, kepada orang yang mempunyai bicara meskipun ia kanak kanak sekalipun.
Apabila dia mempunyai bicara, ikuti olehmu karena ia itulah tangkai nagari dan tangkai alam janganlah kalian ubahi sepeninggal hamba supaya selamat apa apa yang kalian kerjakan.
Malu orang kepada kalian yang mempunyai bicara ada enam perkara :
1. Kuat melawan kepada yang benar.
2. Kuat membelanjakan kepada segala yang baik.
3. Memperbaiki parit pagar keliling nagari
4. Kuat mengusahakan pekerjaan
5. Tahu kepada yang benar
6. Kuat menyelesaikan yang kusut dalam nagari dantahu dengan basa basi.
Apabila terpakai niscaya jadilah kalian panglimabesar dalam nagari, menjadi ikutan segala isi alam dan luhak, dan kalian lah penghulu pilihan dalam alam ini.
Kata empat yang dipakai :
1. Janganlah berdengki dengkian
2. Jangan hina menghinakan
3. Jangan bertolong tolongan kepada maksiat
4. Jangan menghasut orang dalam nagari untuk berkelahi.

Jagalah dua belas perkara yang akan dipakai :
1. Kuat memberi makan isi nagari
2. Benci kepada segala kejahatan
3. Banyak harta
4. Banyak ilmu pengetahuan yang baik
5. Berhati baik kepada orang banyak
6. Giat berusaha
7. menerima umpat puji dengan lapang dada
8. Kasih sayang kepada orang teraniaya
9. Pandai berbicara
10. Pasihat lidah
11. Tahu kepada yang benar
12. Ingat ingat pada kata kias
Setelah beramanat itu Datruak Parapatiah Nan Sabatang berjalan ke negeri Malaka, berdiam dinegeri Sembilan dan beliau meninggal di Negeri Sembilan itu. Sepanjang cerita orang kuburan beliau masih ada disana yang oleh orang Negeri Sembilan dinamakan Kuburan Patih.
Masyarakat di negeri sembilan itu beradat seperti kita orang alam Minangkabau juga, berpusaka kepada kemenangan menurut aturan Ninik Parapatiah nan Sabatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar